12.17.2011

Cinta Rahasiaku

     
      “Siapapun kita... Pasti punya seseorang yang kita suka secara diam-diam....”
Seperti kalimat pertama dalam film “First Love A Little Called Love” film asal Thailand, inilah aku dengan “cinta rahasiaku”.
Secara garis besar cerita cintaku tidak jauh beda dengan film itu, sama-sama menyukai secara diam-diam. Selalu memperhatikan setiap inci gerakan tubuhnya, selalu merindukannya, bahkan mungkin aku lebih tau tentang dirinya daripada dia sendiri.
Dia yang “playboy”, dia yang mempunyai wajah lucu,bahkan mungkin saat dia marah-pun akan memiliki mimik yang membuatku rindu. Dia memiliki senyum yang tidak menawan seperti kebanyakan iklan pasta gigi, tapi senyumnya cukup membuatku bahagia.
Aku mengenalnya sejak menginjak bangku kuliah, dia yang terlihat diam, dia yang terlihat baik, dia yang terlihat tak tampan. Kenapa aku bilang “terlihat”? karena pada kenyataannya adalah sebaliknya.
Kami dekat, setiap hari smsan, chatting, tapi aku cuek. Kenapa? Karena dia masih “terlihat” olehku. Kian hari aku mengindarinya, aku takut dia menyukaiku, dan setelah berhasil menjauh...
GOTCHA!
Aku baru menyadari, ternyata aku yang menyukainya. Dia yang banyak omong dan aku hanya diam, dia menggoda dan aku hanya tersenyum. Aku kangen saat itu, kangen saat dia mengajariku mata kuliah yang tidak aku kuasai.
Sangat teringat jelas dibenakku, saat dia mengajariku, aku hanya diam dan menatap wajahnya, melihat bibirnya, padahal dia sedang menjelaskan dibukunya. Saat pulang dia menoleh kearahku dan melambaikan tangan.
Dan secara tiba-tiba dia bilang ingin ketempatku tanpa alasan yang jelas.
Dan kini semua berubah, tak seindah dulu, tak sedekat dulu. Aku hanya bisa memandangnya dari jauh, walaupun kami sering bertemu, kami hanya teman biasa.
Dia pria pertama yang datang kerumahku, dia pria pertama yang menjemputku didepan kedua orangtuaku. Pria pertama yang membuatku bermimpi digigit ular J
Ingatkah kamu? Jika kamu menyadarinya, simpanlah baik-baik hatimu, karena suatu saat nanti aku akan menjemputnya J
“Saat kita bertemu orang yang kita cintai, kita akan kehilangan kata-kata, yang ada hanya ingin memandang wajahnya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)