10.25.2013

Just for You, Ike!

Aku mengenalnya waktu MOS (Masa Orientasi Siswa) hmmmm.... lebih tepatnya aku melihatnya. Berlari kecil menuruni undakan yang ada di sekolah kami. Terlihat terburu-buru karena memang kami sudah berbaris dan dia sedikit datang terlambat. Itu pertama kali aku melihatnya. 
Kenapa aku begitu ingat? Entahlah, mungkin hati tahu sebelum otak mengetahui bahwa dia akan menjadi teman bahkan saudara yang baik untukku. Seperti kita tahu bahwa dia ibu kita saat kita baru lahir yang bahkan kita belum bisa melihat. Mungkin seperti itu.

Dan pertemuan kedua kami, saat kami di ruang guru untuk minta tanda tangan kepada guru-guru di SMA, tentu saja atas permintaan senior kami. Dia bertanya kepadaku siapa nama salah satu guru yang ada di situ dan aku menjawabnya karena baru saja aku minta tanda tanda tangan guru tersebut. Sempat kulirik nama yang tertera di kertas bergaris yang dia pegang "Ike Nur W." Ini rahasia kita saja ya? Tulisannya sulit untuk di baca kalau tidak mau dikatakan jelek. :D (Sorry, Ke!)

Dia memakai jilbab dan wajahnya penuh dengan tahi lalat. Tingginya tidak sampai menyamaiku meskipun aku tergolong perempuan pendek. Wajahnya bulat berbibir tebal dengan kulit putih bersih.
Kira-kira seperti ini penampakannya.....




Dan ternyata dia satu kelas denganku. Kami belum kenal dekat. Dia memiliki genk dalam kelas kami dan aku tidak termasuk di dalamnya. Jangan dikira dia anaknya pendiam ya. Karena dia ternyata ramai dan sulit di baca seperti tulisan tangannya. Kami mulai dekat saat karyaku dimuat dalam majalah lokal. Aku mengajarinya cara mengirim tulisan ke majalah tersebut. Kami juga sempat satu kelompok. Entah, apa yang membuat kami lebih dekat lagi, hingga aku sering main kerumahnya. Berkenalan dengan keluarganya. Setiap ada tugas kelompok jadi sama dia terus. Melakukan segala hal bersama-sama.

Termasuk dalam urusan hati.

Kalian tahu sendiri kan, patah hati itu bagaimana rasanya?

Ya, tentu bikin orang ling-lung dan di saat kekasihku tercinta meninggalkan aku demi perempuan lain yang lebih baik dariku tentunya. Aku menginap dirumah Ike. Dia mengajakku mengaji dan pagi hari kami jalan-jalan di pematang sawah yang mengitari rumahnya. 

Aku terlalu sering bersama dia. Kami 3 tahun dalam kelas yang sama dan kampus yang sama. Aku juga sudah sangat akrab dengan ibunya dan sudah kuanggap ibuku sendiri. Rumahnya sudah seperti rumah kedua bagiku. Makan bersama dengan sambal di cobek dengan petai atau apapun dedaunan yang ia petik dari sekitar rumahnya. Tidak perlu makanan mewah untuk momen istimewa kan?

Dan kini, aku harus berlapang dada. Aku turut berbahagia dan sebagian diriku juga mengatakan "Jangan tinggalkan aku!!" egois memang. Tetapi, semua pasti akan berbeda. 

20 Oktober 2013 kemarin, dia duduk di pelaminan tentu saja bersama suaminya dan bukan aku (ingat aku normal!). Aku bahagia melihat dia tersenyum terus dan memang dia dasarnya jarang kehilangan senyumnya. Kecuali, saat dia tidak masuk Universitas dalam seleksi PMDK. Aku masih ingat dia duduk di bangkunya dengan wajah lesu. Aku mendatanginya, mencoba menghiburnya. Tidak banyak yang bisa aku lakukan. Dan dari melihat dia seperti itu, aku membuat tulisan ini Semangat untuk kawan

Dan aku pasti akan merindukannya....
Kegilaan yang diperbuatnya
Tetap Gila seperti biasa
Apapun itu....
Kita mungkin tidak akan bisa sama-sama lagi karena dia sudah ada yang nganter kemana-mana :(
Apapun itu, aku turut bahagia dan dia tetap Ike yang sama. Tidak pernah berubah.

Mungkin sesekali aku bisa menculik kamu untuk berselingkuh sebentar denganku?





1 komentar:

Terima kasih sudah berkomentar :)