11.05.2013

Kenangan bersama Ella Choirun Nisak

Setelah sekitar dua minggu kemarin aku menulis tentang teman SMA-ku Ike Nur Wulansari, kali ini aku akan menulis tentang teman kuliahku Ella Choirun Nisak, yang telah melaksanakan pernikahannya hari Minggu kemarin.

Setiap orang mempunyai memori, kesan dan kenangan tentang seseorang. Entah itu kenangan baik maupun kenangan yang tidak menyenangkan. Tidak terkecuali si Ella ini :)

Pertama kali aku mengenal dia karena memang dia teman satu kelasku . Kami sering jalan tanpa beriringan tanpa menyadari kami adalah teman satu kelas. Sampai pada suatu hari kami berkenalan dan sejak itu, berangkat dan pulang kuliah berbarengan meskipun hanya jalan kaki karena arah indekos kami searah.

Ada hal-hal yang tidak mungkin aku lupakan, misalnya saat :

Aku mengirimkan pesan singkat kepada Ella," Aku sudah on the way." padahal saat itu aku masih mengenakan tali sepatu. :))

Atau saat aku mengirimkan pesan."Aku sudah di bawah."(indekos Ella ditingkat dua) padahal saat itu aku belum sampai di depan indekos Ella, dan aku terbahak saat melihat Ella sudah berdiri di depan indekosnya.

Terkadang saat malam tiba kami janjian untuk online di kampus. Aku berjalan menuju indekosnya dan membawa roti kacang dan es krim yang kubeli di toko Pak Gatot untuk kami berdua. Kami online hingga larut kira-kira sampai jam 9 malam. Hal itu seringkali kami lakukan bahkan setiap hari. Maklum, saat itu masih mahasiswa baru jadi kami belum mempunyai modem ataupun motor.

Setelah satu semester berlalu, kami memutuskan untuk satu kos. Saat satu kos dengannya berbagai macam pertengkaran kecil terjadi. Mulai dari salah paham sampai saat kami mengerjakan tugas kelompok kami. Kamu berdebat dengan emosi memuncak :))

Mungkin ada beberapa kenangan yang terlupakan atau memang tidak aku tulis. Tentang dia yang suka mengigau di saat tertidur, bunyi gigitan antara giginya, atau saat dia lupa kalau dia sedang menelepon. Dan parahnya, dia bisa tertidur saat menelepon ataupun saat sms belum terkirim. :))

Dan pada tanggal 2 November kemarin, di bawah langit yang membiru, dia melaksanakan janji suci. Rasa haru menyelimuti hatiku, seakan aku bisa merasakan kebahagiaan yang dia rasakan :'). Mungkin akn terlihat berlebihan tetapi itulah yang aku rasakan :)




Selamat menempuh hidup baru sayang. Aku yakin kamu akan merindukan aku suatu saat nanti meskipun pada dasarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk dirindukan.

Aku bukanlah orang yang bisa menunjukkan rasa sayangnya dengan lisan, tetapi aku berharap melalui tulisanku ini, kamu mengerti, aku menyayangimu :')



3 komentar:

Terima kasih sudah berkomentar :)