11.12.2014

Lari Dari Nai

       

 Ini tentang proyek Nai dan Rai. Seharusnya tanggal 22 November nanti naskah itu harus rampung sampai epilog. Tapi, kenyataannya sekarang masih berhenti di bab 12 dan plot-pun belum selesai sampai epilog.

        Entah mengapa saya menjadi susah untuk menceritakan mengenai Nai terlebih lagi ketika menulis adegan Nai harus berpisah dari Rai. Mereka berhubungan jarak jauh. Ketakutan saya hanya satu. Saya tidak berhasil membangun ikatan antara keduanya yang nantinya akan membuat pembaca bosan pada titik itu. Ditambah lagi saya takut karakter Nai yang ceria menjadi luntur karena perasaan sedih penulisnya yang harus membayangakan mereka berpisah. Ya, karena saya dulunya adalah pelaku LDR dan tidak berhasil. Hal ini membuat saya takut Nai dan Rai gagal juga.

       Untuk lari dari tanggung jawab dari deadline yang sudah dekat waktu saya malah lebih banyak membaca, menonton film, ngetweet tidak jelas, dan mencari kesibukan dengan mengadakan GiveAway yang memang sudah lama saya inginkan. Dan, waktu pelarian ini saya pergunakan untuk mencari uang receh melalui internet. Alhamdulillah, saya dapat jalan meskipun tidak banyak, yang terpenting saya bisa membeli novel lagi untuk bulan depan.

        Kembali pada Nai dan Rai. Naskah ini adalah naskah remaja di antara cerita-cerita saya yang lainnya yang bernada sendu dan tentang masa lalu. Nai dan Rai murni cerita seperti remaja kebanyakan. Jatuh cinta, cemburu, patah hati, dan berpisah. Tidak ada masa lalu, tetapi memiliki kenangan. 

      Dalam mengerjakan naskah ini, yang katakanlah beberapa hari belakangan ini, saya justru terpikirkan oleh Welan. Tokoh utama dalam novel saya yang sebelumnya. Entah mengapa saya begitu mencintai karakternya meskipun pada akhirnya naskah tersebut ditolak. Saya jadi ingin buru-buru menggarapnya lagi dengan perubahan yang cukup besar.

       Pertama yang harus saya lakukan adalah dengan menyelesaikan plot dari naskah Nai dan Rai hingga ending, agar ketika saya menulis pun tidak tersendat-sendat dan mengalir begitu saja. 

Doakan saya, ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)