2.15.2015

I Write Better Than I Talk

taken from link

             Gambar di atas, mau tak mau mengingatkan saya awal mulanya saya menulis sebuah cerita. Memang benar, saya menulis sudah sejak bangku sekolah dasar, namun, saya mulai menulis cerita ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama. 

               
               Yang tak pernah saya ceritakan adalah selain saya seorang perempuan pemeluk kenangan, saya juga seorang pemimpi ulung, penghayal, si tukang melamun, dan apalah itu namanya. Dari sanalah awal cerita-cerita saya. Saya suka melamunkan seandainya saya memiliki kekasih, atau kisah lain dalam hidup saya ini. Hampir setiap hari, setiap waktu saya melakukan hal itu. Kemudian, suatu hari karena kesal sendiri dengan kebiasaan itu, saya berpikir, "Kenapa tidak saya tulis saja?"

            Dengan menulis saya bisa menceritakan apa yang saya lamunkan, apa yang saya pikirkan, dan apa yang saya rasakan, tanpa harus bicara. Saya bukanlah perempuan yang suka banyak membicarakan hal-hal sepele hanya untuk menghangatkan suasana, hanya untuk menjadi sorotan utama. Saya lebih memilih diam, mendengarkan, dan menulis. Bisa dikatakan saya seorang yang pasif, suka bekerja di belakang layar, menjadi orang dibalik kesuksesan sesuatu.

          Karena kebiasaan saya yang pasif, saya pun tak dikenal. Bahkan, oleh teman-teman seangkatan sekolah saya sendiri. Saya selalu menjadi bayang-bayang dari perempuan-perempuan yang bersinar terlalu terang, saya menjadi orang yang sering terlupakan, dan saya orang terakhir yang diperhatikan. Saya sudah biasa mengenai hal itu. Dan, makin ke sini, saya mulai menikmati dunia saya sendiri dengan dunia khayalan saya, secangkir kopi, musik, dan kawan-kawan dunia maya. 

           Hari demi hari saya lewati kehidupan yang saya rasa mulai membosankan ini. Saat itulah, terkuak sebuah kejutan dari dalam diri saya sendiri, sisi lain dari diri saya menginginkan sesuatu pembuktian. Bukti bahwa saya bukan sekedar bayang-bayang tak akan pernah bersinar. Sisi lain saya menginginkan kepopuleran. Maka, saya mulai merubah brand saya sendiri. Saya ingin dikenal, meskipun hanya lewat tulisan. 

          Meskipun saya masih suka menyendiri dan menikmati dunia sendirian, tetapi saya juga ingin dikenal dan disapa. 

          Ya, begitu saja. 

          Oh, ya. Saya juga mempunyai blog yang khusus quote-quote yang saya buat sendiri atau dari kutipan orang lain. Silakan berkunjung di sini 



 photo Ullan2.png

6 komentar:

  1. sama, saya juga pingin dikenal dan disapa :)
    hmm, sukses terus yaaa!

    BalasHapus
  2. Ah, saya sependapat. Merasa postingan ini juga mewakili diri saya :))

    BalasHapus
  3. Di beberapa kesempatan juga saya suka bilang kalau jari2 saya ini lebih cerewet ketimbang mulut :)

    BalasHapus
  4. Punya dunia sendiri memang menyenangkan. Tak semua orang bisa mempunyai itu karena manusia diciptakan berbeda - beda. Nah, adakalanya dunia milik kita sendiri itu harus diapresiasikan entah dalam bentuk karya tulisan, musik, film, dll agar dinikmati banyak orang. Dan pasti, imbasnya mereka bakal mengenal kita :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkomentar :)