4.23.2015

Seandainya

Taken from link

"Seandainya waktu kembali terulang..."


Mengetahui kenyataan setelah waktu bertahun-tahun terbuang, membuat saya sedikit merasakan penyesalan. Kenapa saya tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mendapatkan cinta yang dalam darinya?




Tak jarang saya meminta kepada-Nya untuk mendekatkan kami, dan memberiku berkali-kali kesempatan untuk dekat dengan dia. Bahkan, sampai sekarang pun saya masih melakukannya. Tak ada yang istimewa dari sosok lelaki itu, tapi ada sesuatu yang lain dalam diriku untuk bisa bersamanya.

Awalnya, saya seakan terobsesi dengan lelaki itu. Sebelum dia menyukai saya, saya tidak akan berhenti. Namun, nyatanya setelah mengetahui kenyataan itu saya semakin penasaran. Saya tetap ingin bersama dia. Apa ini benar-benar bisa disebut dengan cinta?

"Apa yang terlewatkan tak akan bisa kembali, bahkan akan semakin tertinggal."

Saya bertanya-tanya, bagaimana akhirnya kami kalau saja waktu itu saya bisa memanfaatkan kesempatan yang ada? Apa kami akan bersama, dan sampai saat ini masih bersama, atau bahkan sudah menikah? Atau, takdir akan tetap pada jalannya, dan pada kisahnya kami tak bisa bersama? Dan, kini, setelah semua itu terungkap apakah saya masih memiliki kesempatan untuk kembali berusaha bersama dia?

Saya ragu.

Hati yang pernah dikecewakan, akan sulit kembali utuh. Kenangan itu akan tetap bersemayam di sana, menunggu waktu yang tepat untuk kembali.

Bukan ragu mengenai perasaan saya, tetapi ragu dia bisa menerima saya apa adanya. Jika pada waktunya nanti saya akan kembali menjadi seseorang yang dibencinya pada masa silam, akankah dia akan tetap bersama saya ataukah kembali meninggalkan saya? 

Jujur, saya tak sanggup kehilangan dia lagi. 

Biarlah kini kembali berteman, tanpa ada rasa lebih dari itu di antara kami. Karena inilah cara terbaik bagi saya untuk tetap bisa tinggal di dekatnya.

Saya paling sulit mendapatkan seorang teman, terlebih lagi teman laki-laki. Maka, sekali saya mengenal mereka maka akan tumbuh rasa sayang sebagai saudara bahkan lebih. Saya begitu sedih ketika dahulu kami begitu dekat, dan kini menjadi dua orang asing yang saling menjauhi. Namun, saya tengah berusaha untuk mengembalikan keadaan yang telah saya rusak pada masa silam.

Saya sadar bahwa keadaan tidak akan bisa kembali seperti semula, namun ini awal yang baik.

Ketakutan akan penyesalan yang tak kunjung usai membuat saya memberanikan diri untuk memperbaikinya. Meskipun, saya tahu hal ini tidak akan berpengaruh banyak bagi keinginan saya. Lelaki itu telah memiliki pilihannya sendiri. 


Seandainya waktu kembali terulang, mungkin saya akan memilih untuk tak menaruh hati padanya. 

Saya percaya apa yang sudah digariskan, akan tetap berada pada jalurnya. Dan, apa yang sudah ditakdirkan bersama, akan kembali bersama.


 photo Ullan2.png

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)