4.30.2015

The Secret Life Of Me ~

pic taken from link
"Seringkali saya berpikir bahwa saya lebih baik menjadi seseorang yang bukan saya"

Pernahkah kalian berpikir untuk menjadi orang lain? Dari mulai cara berpakaian, cara berbicara, cara memegang cangkir, atau bahkan ingin bertukar tempat dengan orang itu? 

Saya sering.

Lalu, pernahkah kalian berbicara sendiri, merencanakan sesuatu sebelum itu terjadi. Misalnya, kalian ingin berbicara begini, kemudian lawan bicara kalian akan bertanya seperti yang kalian inginkan karena kalian ingin berbicara sesuai angan-angan yang telah kalian rencanakan? 

Saya sering.

Dan, pernahkah kalian membayangkan sesuatu yang teramat menyenangkan jika dilakukan, kalian begitu bersemangat untuk itu?

Saya sering.

Dari semua hal yang pernah saya lakukan di atas, tak satu pun dari itu terwujud, karena saya adalah saya bukan orang lain.

Hal ini saya sadari ketika seorang teman memperkenalkan saya dengan film The Secret Life of Walter Mitty. Dalam kisahnya, Walter, seorang pria yang bekerja di divisi negative asset pada sebuah majalah bernama Life. Dalam hidupnya yang monoton dan menjadi seseorang kasat mata seakan menyentil diri saya. Bukan itu saja, Walter juga memiliki pemikiran-pemikiran untuk menjadi orang lain. Menjadi pahlawan dan dikenal orang. Namun, itu hanya ada dalam bayangannya saja. Kemudian, di suatu ketika atasannya yang baru memintanya untuk memakai foto dari fotografer terkenal untuk majalah cetak yang terakhir, namun negatif foto itu tak ada. Di sini, Walter bertekad untuk mencari sang fotografer untuk mendapatkan negatif tersebut.

Dalam perjalananya mencari sang fotografer, Walter memiliki pengalaman yang jauh sekali dari kehidupannya yang monoton. Dia seakan terlihat benar-benar hidup. Dia tidak pernah menyangka, detak jantung ketika menjalani sesuatu yang menegangkan seperti sebuah pengingat bahwa dia adalah seseorang yang bisa mendapatkan kehidupan yang benar-benar hidup. Dia berkeliling dunia, hanya untuk mendapatkan negatif tersebut.

Ketika saya memutar film tersebut, saya tertegun pada adegan Walter membayangkan dirinya menjadi orang lain atau menjadi superhero. Orang ini, Walter, begitu mirip dengan saya. Benar-benar mirip. Seakan saya melihat sosok saya sendiri dalam film tersebut, bedanya saya belum memiliki kesempatan untuk keluar dari zona nyaman saya sendiri, dan berpetualang seperti Walter.




Seperti halnya, gambar di atas. Seharusnya saya bisa berkeliling dunia, mencoba sesuatu hal yang baru, menjadi seseorang yang menyenangkan, melakukan hal-hal di luar batas kemampuan saya, dan berteriak bahwa saya bisa dan inilah saya. Namun, nyatanya tak ada yang saya lakukan. Seakan saya telah membatasi diri sendiri, bahwa saya orangnya seperti ini, seperti itu tak mampu melakukan hal lain. Padahal, pada sisi lain diri saya, saya tahu, bahwa saya bisa lebih dari itu.

Ketakutan ini sungguh menyebalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)