6.07.2015

Talking About Madeira

Holla!

Ijinkan saya untuk memperkenalkan karakter bualan saya. Sebenarnya, karakter ini muncul dalam cerita Rai dan Nai, sebagai karakter pendukung. Namun, kali ini saya menjadikan tokoh utama dalam kisah terbaru saya. Ya, dia adalah Harlim Alamsyah, atau biasa dipanggil Lim.

Untuk teman-teman ketahui bahwa Lim bukanlah lelaki yang memiliki energi positif. Terutama bagi kaum hawa. Mungkin, secara sekilas dia adalah sosok lelaki idaman perempuan, namun setelah melihat sisinya lebih dalam perempuan akan berkata,"Dasar playboy!"


Begitulah.

Lim lelaki yang tampan buat saya. Namun, jika saya diminta bersama dia, saya akan berpikir dua kali. Bukan karena dia playboy, tapi karena dia mencintai perempuan lain. Sahabatnya sejak kecil, Madeira.

Saya tidak menampilkan dua tokoh yang bertolak belakang. Jangan dikira, Madeira ini perempuan manis yang tak punya dosa. Dia tidak jauh berbeda dengan Lim. Namun, ia hanyalah seorang perempuan yang terjebak dalam keadaan. Ia tak sadar dengan apa yang dilakukannya dapat membuat orang lain kecewa, terutama Lim, sahabatnya. 

Sedikit cerita mengenai mereka. Lim dan Dei, bukannya tak saling sadar bahwa saling mencintai. Tetapi, salah satu dari mereka takut jika mereka bersama, maka mereka akan berpisah. Alasan simple, namun memang benar adanya. Akhirnya, sampai umur mereka mendekati 30th, mereka masih berteman. Dan, nyatanya mereka belum bisa menemukan orang lain yang lebih membuat mereka nyaman.

Cinta, kecewa, sedih, tangis, akan menghiasi kisah ini. Bahkan, kalian tak akan mengira sekejam apa Dei (Madeira). Kurasa mereka adalah pasangan yang cocok. 

Mereka, memiliki kisah sendiri. Ini bukanlah kisah yang menyenangkan, tetapi seburuk apa pun mereka, mereka tetaplah manusia yang berhak untuk memiliki kisah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)