7.24.2015

Pertanyaan Ambigu

Sekitar lima tahun yang lalu *flashback* saya dekat dengan seorang lelaki. Teman kampus. Dia memiliki kekasih. Meskipun begitu kami tetap dekat. Bahkan, ada panggilan khusus untukku. Bisa dibilang seperti teman tapi mesra. Hingga, kekasihnya cemburu terhadap saya. Kemudian, lelaki itu mengirim sebuah pesan.

"Kita cuma temenan, kan?"


Sampai sekarang saya tak mengerti arti pertanyaan tersebut. Tentu, itu pertanyaan "penegasan" mengenai hubungan kami. Tentu kami berteman, karena tak ada salah satu dari kami yang bilang cinta dan saat itu, dia masih memiliki kekasih. Tapi, ada dua opsi yang saya pikirkan sampai saat ini. Pertama, dia menegaskan apakah kami memiliki hubungan "khusus" sehingga dia bisa memutuskan kekasihnya dan bersama saya. Kedua, dia menegaskan bahwa kami benar-benar hanya berteman dan tak ada perasaan apa-apa terhadap saya.

Hingga bertahun-tahun berlalu, saya mulai ingat kembali pertanyaan itu. Rasanya begitu aneh, dulu kami begitu dekat dan sekarang seperti dua orang asing. Dan, dia kembali mengutarakan pertanyaan yang serupa awal tahun ini. 

"Kamu tidak pacaran?"
"Kamu tak punya teman dekat atau gebetan begitu?"

Untuk ukuran perempuan sensitif, saya memiliki dua opsi kurang lebih sama seperti pertanyaan lima tahun lalu. Namun, kali ini opsi kedua lebih negatif lagi. Ya, karena beberapa tahun lalu kami sedikit ada masalah. Opsi pertama, dia memastikan apa saya masih sendiri atau tidak - dengan arti dia menyimpan rasa terhadap saya. Opsi kedua, dia meminta saya untuk mencari lelaki lain, jangan menunggu dia. Saya rasa opsi kedua yang paling mendekati.

Saya paling susah mengerti pesan tersirat dari orang lain. Ragu selalu menyerbu ketika pikiran positif menghampiri. Seperti pertanyaan dua terakhir. Saat dia bertanya demikian, saya berpikir dia memiliki sesuatu dalam hatinya. Kemudian, saya menyadari itu pertanyaan mungkin memiliki maksud lain. Bukan seperti yang saya harapkan.

Mungkin, dia hanya peduli sebagai seorang teman. Ia tak ingin temannya berlarut-larut dalam kesendirian.

Mungkin, dia juga tahu siapa yang kutunggu dan dia berpura-pura tak tahu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)