1.04.2016

Betapa Lucunya

Betapa lucunya kau. Mengaku mencintainya, tapi tak mau bercengkeraman dengan sakit hati.

Betapa lucunya kau. Menari-nari di atas penderitaan orang lain, kemudian karma menyambutmu. Kau pun menyalahkan takdir.

Betapa lucunya kau. Merengek-rengek telah tersakiti, padahal kau sendiri yang mengkhianati.

Betapa lucunya kau. Tersedu-sedu ketika ditinggalkan, tapi kau tak punya niat mempertahankan.

Betapa lucunya kau. Merasa menjadi orang paling menderita, tapi kau pun tega menyakiti.


Wulan K.

1 komentar:

Terima kasih sudah berkomentar :)