4.08.2016

Sesal

Ada kalanya, perempuan itu merindukan kebebasan. Bebas untuk memilih siapa yang ia cintai. Bebas untuk memilih, siapa yang ia rindukan. Nyatanya, ia tak sanggup. Perempuan itu sadar, ia sendiri yang membuatnya seperti itu. Ya, perempuan itu sulit melepaskan.

Melepaskan masa lalu.

Masa lalu, semacam kaset usang yang sekian lama terlupakan. Lalu, tiba-tiba kau menemukannya ketika mencari sesuatu. Seakan-akan, kaset tersebut berada di sana, memang untuk ditemukan. Untuk dipungut, kemudian diputar kembali.

Lalu, kau pun terbelenggu dalam rindu.

Perempuan itu menyesal. Bukan menyesal telah melepas seseorang yang ia cintai. Ia menyesal tak bertemu laki-laki itu, jauh sebelum lelaki itu mempersunting perempuan lain.

Ah, iya. Ia jatuh cinta pada laki-laki beristri.

Pada lelaki itu pula, ia rela melepaskan segalanya. Termasuk kesuciannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)