9.26.2017

Karena yang kutahu, cinta tak pernah mendua.



Katanya, kau mencintaiku. Tapi, kau tak pernah rela meninggalkan kekasihmu.
.
.
.
Malam itu, kita berada di halaman kampus. Kau datang terlambat dari waktu janji temu. Kau sibuk dengan latihan demi latihan pecinta alam, sedangkan aku tetap menunggu.  
.
.
.

Malam itu, kita tidak hanya berdua. Ada dua orang kawanku yang menemani, dengan sesekali mencuri dengar perbincangan kita. Lalu, kau meraih komputer portabel yang berada di depanku, membuka aplikasi notepad.
.
.
.
“Teman kamu, mendengar pembicaraan kita.”tulismu, di sana.
.
.
.
Seperti biasa, aku hanya tersenyum, hal sama yang kulakukan ketika kau bilang cinta. Selama sebulan penuh, aku menggantungmu. Ada keraguan yang mendalam mengenai statusmu. Tak mungkin, lelaki sepertimu masih sendiri. Ternyata benar, kau memiliki seorang perempuan yang selalu menunggumu- sama sepertiku.
.
.
.
Kukatakan padamu,”Kalau kau ingin bersamaku, tinggalkan dia.”Tanpa keraguan, kau menolak. Kau berkata,kau mencintai perempuanmu sama halnya kau mencintaiku.
.
.
.
Kau ingin tetap bersamaku.
.
.
.

Sayang, ada yang ingin kutanyakan padamu, cinta macam apa yang hendak kau berikan padaku? Karena yang kutahu, cinta tak pernah mendua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)