6.06.2017

Laptop Asus, Kawan Baru Menulis Saya



Sudah menjadi sebuah kebutuhan, selain bulpoin dan buku catatan, laptop adalah salah satu benda yang dibutuhkan oleh seorang penulis. Mungkin, ada juga yang masih menggunakan seperangkat komputer sebagai media menulis mereka atau justru hanya di atas lembar-lembar kertas putih. Tapi, sebagaian besar penulis sudah menggunakan komputer jinjing sebagai media menulis mereka, begitu pula dengan saya.
Seperti penulis kebanyakan, yang memulai media menulis mereka dengan berlembar-lembar kertas, saya pun demikian. Saya memulai karir menulis saya dari lembaran-lembaran buku catatan. Lalu, semenjak Lelaki Melankolis membelikan saya seperengkat komputer, saya mulai mengetik cerita-cerita saya dalam Microsoft Word.
Bertahun-tahun berlalu, sampai akhirnya saya harus belajar di perguruan tinggi di Surabaya dan Lelaki Melankolis pun membelikan saya sebuah laptop yang dibelinya dengan cara mencicil selama setahun. Laptop itupun menemani saya dalam belajar di perguruan tinggi, mengerjakan esai-esai yang menumpuk, menjalankan pelbagai rangkaian tugas serta pratikum, dan tentunya saya gunakan untuk menulis blog dan cerita-cerita sendu. Seperti yang kalian baca dalam blog ini. Hampir semua tulisan di blog ini dihasilkan oleh laptop yang dibelikan oleh Lelaki Melankolis.

Hingga sampailah saya lulus kuliah, laptop itu masih menemani saya, meskipun sudah mulai soak. Mulai dari baterainya yang harus dicas terus agar lapop tetap menyala, kipas yang selalu berbunyi ketika saya gunakan, dan bodynya pun mulai ringkih. Saat itulah, saya mulai memikirkan membeli komputer jinjing baru. Saya pun mulai menabung sedikit demi sedikit dari hasil ngeblog untuk membeli laptop baru, menggantikan laptop saya yang lama. Sebenarnya, berat untuk menggantikan laptop lama, karena banyak sekali kenangan yang tersimpan di dalamnya. Tapi, mau tak mau, saya harus menggantinya dengan yang baru, lantaran body-nya yang sudah patah dan untuk booting sudah mulai lamban.
Saya memikirkan sebuah brand laptop yang akan menggantikan si Koplak – ya, saya menyebut laptop lama saya begitu-, yang sekiranya akan memiliki umur yang panjang. Selain itu, saya ingin laptop dengan spesifikasi yang mumpuni, terlebih lagi saat itu saya sedang senang-senangnya memakai program Adobe Illustrator yang memang memakan tempat. Selain AI, saya juga ingin menambahi aplikasi desain lainnya, seperti Adobe Photoshop, Corel Draw software-software ganas yang memakan RAM habis-habisan. Paling tidak, saya ingin sebuah laptop dengan kapasitas RAM minimal 4GB.
Kala itu, brand laptop yang sedang digandrungi – sampai sekarang- adalah laptop Asus. Akhirnya, saya mencari-cari laptop Asus dengan spek yang saya inginkan dan tentunya, dengan harga terjangkau. Saat itu, saya memiliki budget sedikit sehingga harus benar-benar memilih spek yang sesuai dengan harga yang sesuai pula. Saya memilih membeli laptop Asus via online. Lebih tepatnya, saya membeli laptop Asus di MatahariMall.
Ada alasan tersendiri kenapa saya harus membeli via online di MatahriMall, lantaran harga laptop Asus via online lebih terjangkau daripada saya membeli di toko. Selain itu, pilihannya juga lebih banyak, sehingga saya bisa memilih lebih jeli dan sesuai spek yang saya inginkan. Lebih penting lagi, saya bisa langsung membawanya pulang lantaran stok selalu ada. Tahu sendiri, terkadang di toko hanya ada selebaran, belum tentu barang ada. Saya tahu itu, karena sebelum membeli via MatahariMall, saya sudah cek toko sebelah.

Akhirnya, saya meminang Asus berkelir hitam dengan desain elegan sebagai teman menulis saya yang baru. Semoga, laptop ini akan menemani saya terus sampai body-nya ringkih, seperti laptop saya sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)