7.03.2017

Dermaga: Tak Pernah Lelah Menanti ~


Pelaut,
rumahnya di laut. Bukan di hatimu
Ia milik laut, milik samudera yang selalu memabukkannya. Bukan milikmu.

Kau hanya dermaga, tempat persinggahannya ketika ia lelah.
Ia mengingatmu, ketika ia terluka oleh cinta.
Yang diam-diam ia suka.

Pelaut,
Hanya singgah ke pelukanmu, ketika ia butuh tempat bercerita. Kemudian, ia pergi lagi.
Seringnya, tanpa pamit.
Kau akan tahu, dengan sendirinya. Kau akan bersedih sesuka hatimu, kemudian kau pun mengerti.
Memang seperti itulah, ia.

Ia singgah, untuk pergi. Sekuat apa pun jerat tambang yang kau lilitkan. Ia tetap pergi.
Kepada laut, tempat yang selalu memabukkannya.

Yang selalu ingin ia rengkuh.

Jangan pernah tanya kenapa, karena kau terlalu mengenalnya.
Kau terlalu lama mengenalnya.
Kau tahu jawabnya, tanpa perlu ia berkata kenapa.

Tak usah kau cari tahu, siapa awak kapal yang ia bawa tuk menemaninya. Ia tak akan bercerita.
Seperti yang kautahu, ia akan kembali ke dermaga ~ kepadamu, ketika ia ingin melepaskan beban.
Ketika semua awak kapalnya pergi, meninggalkannya dan yang tersisa hanyalah luka dan luka.

Kau akan mendengarkan keluhannya, tanpa banyak bertanya. Tak lama, karena ia tak pernah benar-benar singgah.

Ia datang, tuk kembali pergi.

Memang sudah takdirnya, kau kan selalu menunggu.
Kau hanya persinggahan, bukan tujuan.

Wulan Kenanga ~
Mojokerto, 04 Juli 2017




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)