12.28.2019

Kupersembahkan Pagi Untukmu; Berharap Kau Bahagia





Usai subuh, saya membersihkan rumah; menyapu kamar, ruang tamu dan menyapu ruang belakang. Kemudian, saya memilah baju-baju kotor untuk saya rendam. Setelah itu, saya mandi dan berganti pakaian. Pagi tadi, saya jalan-jalan ke sawah di belakang rumah. Yang kurang lebih selama setahun lebih tidak pernah saya lakukan. 


Sejak menemukan kanal YouTube Haegrendal, saya ingin jalan-jalan ke sawah sembari membawa Etro. Maka, pagi tadi saya melakukan hal tersebut. Mumpung saya di rumah. Sawah yang saya kunjungi, tidak jauh dari rumah. Berjalan kaki sangat menyenangkan, bertemu dengan tetangga yang mungkin sudah tak pernah bertemu dengan saya.


Selama berjalan kaki, saya bertemu orang-orang yang datang ke sawah. Entah itu untuk mencangkul, mengatur aliran air, atau sekadar jalan-jalan seperti saya. 


Saya merekam rumput liar yang tertiup angin, yang ujungnya masih ditempeli embun, dan beberapa saya potret. 



Kate nang ndi arek ayu iki?” tanya salah seorang tetangga yang sedang mengatur pengairan. 


Mlampah-mlampah,”jawabku.


Beberapa tetangga lain menyapa, saya menjawab sembari tersenyum. Terkadang, bertemu tetangga membuat saya resah. Takut mengenai saya bekerja di mana dan sebagai apa. Kenapa saya belum menikah dan pertanyaan sensitif lainnya, yang seringnya saya hindari. Salah satu alasan yang membuat saya enggan keluar rumah yakni pertanyaan-pertanyaan itu. 


Saya menikmati pagi ini, menghidu aroma pagi, melihat awan-awan tipis yang menutupi matahari, daun pisang yang tertiup angin, orang-orang yang bekerja di sawah, rumput berembun dan membawa Etro. 


Saya merekam beberapa hal, sampai baterai Etro habis. Akhirnya, saya memutuskan pulang. Ketika memasukki jalanan desa, salah satu tetangga saya menyapa, beliau sedang mencetak genteng dengan cetakan. Di dusun saya, kebanyakan warganya pengusaha genteng.  “Sampean anaknya Dah nomor dua, ya?” Saya menjawab, “Nggeh.” Lalu, beliau berkata, “Semakin kecil sekarang.” Saya tersenyum. Padahal, berat badan saya beberapa bulan terakhir sudah naik tiga kilo. Mungkin, sekarang sudah di angka 51kg. 


Yah, meskipun begitu, saya senang. Hehe.


Sesampainya di rumah, saya memanaskan air di teko. Menawari bapak dan ibu teh hangat dan saya membuat segelas kopi hitam pahit, tanpa gula. Cangkir berwarna merah marun yang berisi kopi panas saya bawa ke kamar, menyalakan komputer jinjing, dan memindahkan rekaman beserta foto dari memori Etro ke laptop.


Saya menyunting video dengan Filmora, mencari rekaman yang cocok dan menentukan musik. Dari beberapa rekaman, saya sreg satu rekaman saja. Rekaman pertama kali, segerombol rumput liar yang tertiup angin dengan suara jangkrik dan burung. Pada akhirnya, saya tidak menyunting video tersebut. Hanya memangkasnya saja, kemudian saya unggah ke akun instagram. Saya sertakan videonya di bawah ini.



Untuk foto, saya menyunting awal dengan Photoscape, lalu menyuntingnya dengan Lightroom. Di LR saya mencoba mengubah tone dari foto-foto tersebut. Bukan sekadar tone biru atau dingin seperti yang biasa saya pergunakan, tetapi saya mengubah tone menjadi hangat. Ternyata, lumayan cantik juga. 


Saya bagikan foto-foto hari ini untuk kamu. Semoga membuat harimu bahagia.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)