12.09.2019

Saya Lelah, Tetapi Tidak Ingin Mati


Beberapa hari ini, saya kesulitan tidur. Memang, jam tidur saya jam dua belas malam. Tapi, beberapa hari ini saya baru bisa tidur jam dua pagi. Untuk beribadah pun menjadi alakadarnya. Sekadar sholat, kemudian selesai. Tidak ada permohonan. Tidak ada doa-doa. Tidak ada bacaan ayat suci. Seakan, saya lelah. Dan memang, saya lelah. Saya lelah berharap, bahkan berharap kepada-Nya pun saya tidak berani.

Saya tidak pernah berpikir untuk mengakhiri hidup. Saya hanya ingin menghilang. Meninggalkan semua yang saya kejar selama dua tahun ini. Saya tengah berada di titik terendah, sehingga saya tidak tahu harus ke mana. 

Setiap pagi, saya selalu berpikir, “Saya tidak berguna.” Seandainya saya tak ada pun, tidak akan ada yang berubah dengan dunia. 

Saya pun berpikir, “Allah ada nggak, sih? Allah sayang saya tidak, sih?” Kalau Ia mengambil seseorang yang saya harapkan selama ini, kenapa Allah tak mengantinya lagi? Sekadar memberi saya kebahagiaan dengan memiliki buku solo. 

Pada kenyataannya, Allah tidak memberikannya. 

Kalau dia yang bersalah, kenapa saya yang begitu menderita? Dia bebas bahagia dengan hidupnya. 

Saya lelah.

Saya capek.

Saya tidak berguna.